INDRAMAYU — Setelah bertahun-tahun mengalami sedimentasi dan kebocoran saluran, Embung Sanca di Desa Sanca, Kecamatan Gantar, akhirnya kembali berfungsi optimal. BBWS Citarum melakukan pengerukan lumpur, perbaikan tanggul, serta penataan saluran pembawa untuk memastikan air irigasi tetap mengalir sepanjang musim kemarau. Langkah ini menjadi fondasi utama pengembangan lahan tebu seluas 1.056 hektare yang masuk dalam PSN Sanca–Cikawung.
Jaminan Air untuk 1.056 Hektare Lahan Tebu
Selama ini Embung Sanca hanya berfungsi sebagai penampung air hujan dan sumber irigasi terbatas. Kapasitasnya terus menurun akibat endapan lumpur dan rusaknya sejumlah saluran. Kini, setelah dinormalisasi, petani tak lagi khawatir kekeringan saat musim kemarau.
“Kalau embungnya beres, airnya lancar, petani baru bisa tenang menanam tebu dalam skala luas,” ujar seorang pendamping lapangan BBWS Citarum saat meninjau lokasi. Infrastruktur ini menjadi penopang utama target pemerintah dalam mendukung swasembada gula nasional.
Biaya Produksi Bisa Ditekan, Produktivitas Naik
Ketergantungan petani terhadap air irigasi selama ini memicu biaya tambahan. Dengan embung yang pulih, mereka bisa mengatur jadwal tanam dan pemupukan lebih tepat waktu.
“Kalau air cukup, pemupukan dan perawatan tebu bisa dilakukan tepat waktu. Kami optimistis produktivitas meningkat, sementara biaya produksi juga dapat ditekan karena tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk memperoleh air,” ujar Unang Herman, Ketua Kelompok Tani Alam Lestari Desa Cikawung.
Iswaya, Ketua Kelompok Tani Wanasari Desa Cikawung, menambahkan, “Petani membutuhkan kepastian ketersediaan air. Dengan embung yang berfungsi baik, kami optimistis semakin banyak petani, termasuk generasi muda, yang tertarik kembali menanam tebu karena prospeknya semakin jelas.”
Apresiasi Petani untuk Pemerintah Pusat
Ketua Kelompok Tani Wana Bhakti Lestari II Desa Sanca, Karwita Diwangsa, secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto, yang telah merealisasikan usulan petani untuk normalisasi Embung Sanca. Selama ini kami sering kekurangan air saat musim kemarau. Dengan embung yang sudah dinormalisasi, kami yakin produksi tebu akan meningkat dan lahan seluas 1.056 hektare di kawasan Sanca–Cikawung bisa digarap secara maksimal,” katanya pada Sabtu (25/7/2026).
Unang Herman juga mengapresiasi Kementerian PU melalui BBWS Citarum, Kementerian Pertanian, serta Ketua Dewan Pimpinan Pusat Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, yang telah mengawal dan mendampingi kelompok tani. Menurutnya, normalisasi ini memberi kepastian bagi petani untuk mengembangkan usaha tani tebu secara berkelanjutan.