SUMEDANG — Nama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumedang, H Mulya Suryadi, mulai mencuat sebagai kandidat yang akan diusung PPP pada kontestasi Pilkada Sumedang 2029. Pria yang akrab disapa Haji Ute itu mengaku siap jika partai memberikan kepercayaan kepadanya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di Kabupaten Sumedang.
"Saya berterima kasih kalau memang ada kepercayaan dari internal PPP. Bahkan tadi dari Ketua DPW juga sudah memberikan amanah. Bagi saya ini adalah amanah yang harus dijalankan dan dijaga sebaik-baiknya," ujar Mulya, Minggu (19/7).
PPP Targetkan Pertahankan Tradisi Kemenangan
Menurut Mulya, PPP memiliki catatan politik yang solid di Sumedang. Dalam tiga kali Pilkada langsung terakhir, calon yang diusung partai berlambang ka'bah itu selalu berhasil memenangkan kontestasi. Ia menilai momentum ini harus dijaga, terutama setelah Bupati Dony Ahmad Munir menyelesaikan dua periode kepemimpinannya.
"Setelah Pak Haji Dony Ahmad Munir menyelesaikan dua periode kepemimpinannya, PPP harus siap melanjutkan estafet kepemimpinan di Kabupaten Sumedang. Sebagai kader PPP yang telah diamanatkan dalam musyawarah kerja, Insya Allah saya siap mengemban amanah ini," tegasnya.
Konsolidasi Partai Jadi Prioritas Utama
Meski optimistis, Mulya mengakui bahwa jalan menuju Pilkada 2029 tidak bisa ditempuh hanya dengan mengandalkan popularitas. Ia menyebut penguatan soliditas internal partai sebagai pekerjaan rumah utama yang harus segera dituntaskan.
Langkah pertama yang akan dilakukan adalah mengonsolidasikan seluruh struktur organisasi, mulai dari DPC hingga tingkat kecamatan. Bulan depan, DPC PPP Sumedang berencana menggelar Musyawarah Anak Cabang untuk menyosialisasikan program kerja lima tahun ke depan.
"Yang paling utama adalah mensolidkan struktur partai. Jangan sampai ada kader yang belum memahami arah perjuangan dan hasil rekomendasi musyawarah kerja," jelas Mulya.
Silaturahmi dengan Masyarakat Jadi Kunci
Selain penguatan organisasi, Mulya menilai menjaga kedekatan dengan konstituen menjadi faktor penuh dalam mempertahankan kepercayaan publik. Strategi mempertahankan kemenangan, menurutnya, tidak bisa lepas dari komunikasi yang terus-menerus dengan warga.
"Kalau bicara strategi mempertahankan kemenangan, intinya tetap silaturahmi. Silaturahmi dengan masyarakat, dengan konstituen, dan dengan seluruh kader PPP. Dari situlah kebersamaan akan terus terbangun dan berbagai persoalan bisa dicarikan solusinya," pungkasnya.