Pencarian

Budi Daya Kepiting Soka di Indramayu Tembus Pasar Ekspor, Omzet Petambak Capai Rp126 Juta per Bulan

Senin, 22 Juni 2026 • 20:52:01 WIB
Budi Daya Kepiting Soka di Indramayu Tembus Pasar Ekspor, Omzet Petambak Capai Rp126 Juta per Bulan
Petambak di Indramayu panen kepiting soka untuk pasar ekspor dengan omzet hingga Rp126 juta per bulan.

INDRAMAYU — Aktivitas panen kepiting bakau hijau (Scylla serrata) untuk dijadikan kepiting soka tengah berlangsung di lahan budi daya keramba apung di Desa Totoran, Pasekan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (22/6/2026). Komoditas ini menjadi primadona baru ekonomi masyarakat pesisir lantaran permintaan pasar ekspor yang tak pernah surut.

Omzet Ratusan Juta dari Kepiting Cangkang Lunak

Para petambak setempat mengaku mampu menjual 500 hingga 900 kilogram kepiting soka setiap bulannya. Dengan harga jual Rp140 ribu per kilogram, omzet bulanan mereka mencapai Rp70 juta hingga Rp126 juta.

Kepiting soka adalah kepiting yang dipanen tepat saat berganti cangkang, sehingga seluruh tubuhnya lunak dan bisa dimakan tanpa perlu mengupas kulit. Proses ini membutuhkan ketelitian karena waktu panen hanya berlangsung beberapa jam setelah molting.

Mengapa Pasar Ekspor Terus Membesar?

Permintaan kepiting soka dari luar negeri, terutama ke negara-negara Asia Timur dan Eropa, disebut petambak terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Teksturnya yang renyah dan kemudahan pengolahan menjadi daya tarik utama di pasar internasional.

Desa Totoran sendiri memiliki ekosistem mangrove yang mendukung pertumbuhan kepiting bakau hijau secara alami. Petambak memanfaatkan keramba apung untuk mengontrol kualitas air dan pakan, sehingga siklus molting bisa diprediksi dengan lebih akurat.

Sentra Baru Ekonomi Pesisir Indramayu

Budi daya kepiting soka di Indramayu mulai dilirik sebagai alternatif penghidupan bagi nelayan tradisional. Dibandingkan menangkap kepiting liar di alam, sistem keramba apung dinilai lebih produktif dan ramah lingkungan karena tidak merusak habitat mangrove.

Meski demikian, para petambak masih terkendala pada ketersediaan benih kepiting bakau hijau yang bergantung pada musim. Mereka berharap ada intervensi dari dinas perikanan setempat untuk menyediakan pasokan benih secara kontinu sepanjang tahun.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas panen di Desa Totoran terus berjalan untuk memenuhi jadwal pengiriman ekspor yang ketat. Para pekerja memisahkan kepiting yang sudah berganti cangkang untuk segera dibekukan dan dikemas.

Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks