JAWA BARAT — Mama Maria, seorang ibu rumah tangga di Noemuke, masih ingat betul bagaimana dulu setiap malam ia harus menyiapkan lampu pelita agar anak-anaknya bisa mengerjakan pekerjaan rumah. Asapnya membuat mata perih, dan penerangan yang minim memaksa anak-anaknya tidur lebih awal. “Sekarang lampunya terang, mereka bisa duduk belajar lebih lama di meja. PR sekolah jadi selesai,” tuturnya kepada tim PLN.
Cerita serupa datang dari Yohanes, pemilik warung kelontong kecil di dusun tersebut. Selama ini, ia tak bisa menjual minuman dingin karena tak punya lemari pendingin. Barang dagangannya pun cepat basi. “Sekarang ada listrik, saya mau coba beli kulkas kecil. Jadi bisa jual es batu sama minuman dingin. Harapannya ada tambahan penghasilan,” ujarnya.
PLN Bangun Infrastruktur di Medan Berbukit
Menghadirkan listrik ke Noemuke bukan perkara mudah. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menjelaskan bahwa kondisi geografis berbukit dan akses terbatas menjadi tantangan utama. Untuk itu, PLN membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 1,03 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 4,9 kms, serta satu gardu distribusi berkapasitas 50 kVA.
“Wilayah seperti Noemuke memerlukan kesiapan teknis dan waktu. Dengan infrastruktur yang sudah beroperasi, kami berharap listrik ini dapat dimanfaatkan warga untuk mendukung berbagai aktivitas produktif sehari-hari,” kata Eko.
Program Listrik Desa, Wujud Negara Hadir
Program Listrik Desa (Lisdes) yang dijalankan PLN ini mendapat apresiasi dari Bupati TTS, Eduard Markus Lioe. Ia menyebut pembangunan listrik dilakukan bertahap sesuai kemampuan teknis dan anggaran. “Kami berharap listrik di Noemuke ini bisa membantu anak-anak belajar lebih baik dan warga mulai mengembangkan usaha kecil di rumah,” ujarnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa setiap rumah yang berhasil dialiri listrik di pelosok negeri memiliki cerita dan harapan yang berbeda. Menurutnya, kehadiran listrik menjadi fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan menggerakkan roda perekonomian. “PLN terus berkomitmen agar tidak ada lagi masyarakat yang hidup dalam kegelapan,” jelas Darmawan.
Kini, ketika malam tiba di Noemuke, pemandangan yang terlihat tak lagi sama. Dari dusun yang dulu akrab dengan gelap, warga mulai menatap masa depan dengan harapan yang lebih terang.