KOTA BEKASI — Angka partisipasi masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) masih rendah. Dari target 190 juta peserta pada 2029, baru 32 juta orang yang terdaftar secara nasional.
Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, mendorong Kementerian Kesehatan untuk menggenjot realisasi program ini. Menurutnya, kunci utama ada pada perluasan akses layanan primer di Puskesmas.
Penambahan Puskesmas Jadi Solusi Utama
Pemerintah pusat saat ini menargetkan pembangunan Puskesmas hingga level kelurahan. Jika sebelumnya satu Puskesmas melayani satu kecamatan, ke depan setiap kelurahan akan memiliki fasilitas kesehatan sendiri.
"Puskesmas juga sedang diperbanyak, kalau di daerah itu biasanya satu kecamatan satu, sekarang satu kelurahan satu Puskesmas. Mudah-mudahan dengan ini akan semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses CKG," kata Nuroji kepada wartawan, Senin, 22 Juni 2026.
Mengapa Partisipasi Masyarakat Masih Rendah?
Nuroji menilai rendahnya angka CKG disebabkan oleh minimnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin. Banyak penyakit kronis baru terdeteksi setelah kondisinya sudah parah.
"Banyak penyakit kronis baru diketahui setelah sudah memburuk, ini akibat masyarakat jarang melakukan pemeriksaan kesehatan. Makanya dengan keberadaan CKG ini masyarakat bisa memanfaatkannya dan ini gratis," ujarnya.
Ia juga mengimbau warga tidak ragu memanfaatkan fasilitas tersebut. Pemeriksaan dini dinilai penting sebagai upaya preventif mencegah penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan gagal ginjal.
Optimisme di Tengah Kesenjangan Target
Meskipun baru mencapai 16,8 persen dari target, Nuroji mengaku optimistis target 190 juta peserta pada 2029 bisa tercapai. Optimisme ini didasari oleh kebijakan penambahan fasilitas kesehatan yang terus berjalan.
"Saat ini baru 32 juta orang melaksanakan CKG secara nasional dari target 190 juta pada 2029. Saya optimis target bisa terpenuhi apalagi pemerintah sudah menambah fasilitas kesehatan pada Puskesmas," katanya.
Program CKG merupakan salah satu program prioritas nasional di bidang kesehatan. Pemerintah berharap dengan pemeriksaan gratis, angka kesakitan akibat penyakit tidak menular bisa ditekan secara signifikan dalam lima tahun ke depan.