Pencarian

Bamsoet Sebut Ketahanan Ekonomi Jawa Barat Bukti Daerah Mampu Tumbuh di Tengah Tekanan Global, Inflasi Terjaga 2,63 Persen

Sabtu, 20 Juni 2026 • 18:02:32 WIB
Bamsoet Sebut Ketahanan Ekonomi Jawa Barat Bukti Daerah Mampu Tumbuh di Tengah Tekanan Global, Inflasi Terjaga 2,63 Persen
Bambang Soesatyo mengapresiasi ketahanan ekonomi Jawa Barat dengan inflasi terkendali di angka 2,63 persen.

TASIKMALAYA — Anggota DPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi capaian ekonomi Jawa Barat yang dinilai menunjukkan daya tahan lebih kuat dibandingkan daerah lain. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Kabupaten Nagrek dan Tasikmalaya, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Bamsoet, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada 2025 yang berada di atas rata-rata nasional menjadi indikator penting bahwa fondasi ekonomi daerah semakin kokoh. Sektor industri pengolahan, perdagangan, logistik, konstruksi, dan investasi disebut sebagai faktor utama penopang pertumbuhan tersebut.

Inflasi Terkendali, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Salah satu capaian yang disorot adalah keberhasilan Jawa Barat menjaga inflasi tahunan pada Desember 2025 di angka 2,63 persen, lebih rendah dari inflasi nasional yang mencapai 2,92 persen. Stabilitas harga ini dinilai penting karena berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat dan kepastian usaha.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan sulit memberikan manfaat maksimal apabila inflasi tidak terkendali. Karena itu, keberhasilan Jawa Barat menjaga inflasi pada kisaran 2,63 persen merupakan pencapaian yang sangat penting karena menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan investor,” ujar Bamsoet di Liwet Asep Stroberi.

Industri Manufaktur Jadi Andalan Utama

Posisi Jawa Barat sebagai pusat industri manufaktur nasional dinilai menjadi faktor utama yang menopang ketahanan ekonomi daerah. Kawasan industri di Karawang, Bekasi, Purwakarta, Subang, hingga kawasan Rebana terus menarik investasi baru, khususnya di sektor otomotif, kendaraan listrik, elektronik, logistik, dan industri berbasis teknologi.

“Keunggulan Jawa Barat terletak pada perpaduan antara basis industri yang kuat, infrastruktur yang semakin lengkap, serta kedekatan dengan pusat pasar nasional. Faktor-faktor ini membuat Jawa Barat menjadi daya tarik investasi yang sangat kompetitif di tingkat regional maupun global,” urai Bamsoet yang juga menjabat Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia.

Prioritas Pembangunan ke Depan: SDM dan Hilirisasi

Meski capaian positif, Bamsoet mengingatkan bahwa tantangan ke depan tetap berat. Perlambatan ekonomi global, kebijakan proteksionisme perdagangan, disrupsi teknologi, hingga persaingan investasi antarnegara akan terus mempengaruhi kinerja ekonomi daerah.

Karena itu, ia mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur logistik, percepatan hilirisasi industri, serta pengembangan ekonomi berbasis inovasi menjadi prioritas pembangunan Jawa Barat ke depan. “Ketahanan ekonomi tidak cukup diukur dari angka pertumbuhan yang tinggi. Yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas, memperkuat daya beli masyarakat, mengurangi ketimpangan, dan meningkatkan kesejahteraan secara merata,” pungkas Bamsoet.

Bagikan
Sumber: belarakyat.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks