Pencarian

KLH Gandeng MUI Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis, Perusahaan Perusak Alam Terancam Pidana

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 05:32:31 WIB
KLH Gandeng MUI Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis, Perusahaan Perusak Alam Terancam Pidana
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyampaikan paparan dalam pertemuan dengan pimpinan MUI Pusat di Jakarta.

JAKARTA — Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyampaikan pesan tegas tersebut saat berkunjung ke Kantor MUI Pusat di Jakarta, Jumat 23 Oktober 2026. Pertemuan strategis itu menandai kerja sama KLH dengan MUI untuk menggerakkan Tobat Ekologis di tengah laju kerusakan ekosistem yang makin mengkhawatirkan.

Jumhur menilai persoalan lingkungan tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada birokrasi pemerintah. Kesadaran religius dinilai menjadi kunci yang selama ini belum tergarap maksimal.

"Memuliakan lingkungan itu adalah gerakan bersama. Pemerintah hanya salah satu bagian di dalamnya. Karena itu, pemerintah perlu bersama-sama dengan MUI, sebab persoalan lingkungan juga menyangkut kesadaran dan religiusitas," kata Jumhur di hadapan jajaran pimpinan MUI.

Tiga Pilar Tobat Ekologis

Konsep Tobat Ekologis tidak berhenti sebagai istilah di atas mimbar. Pemerintah bersama para ulama menyusunnya di atas tiga pilar pijakan utama yang harus dijalani pelaku perusakan alam.

  • Pengakuan jujur atas kesalahan yang telah merusak alam.
  • Komitmen kuat untuk tidak mengulangi perbuatan destruktif tersebut.
  • Tindakan konkret merestorasi kehancuran yang terlanjur terjadi.

Ketiga pilar itu menjadi dasar bagi KLH untuk menuntut tanggung jawab pelaku industri. Perusahaan yang mengabaikan kewajiban pemulihan lingkungan tidak lagi hanya berhadapan dengan sanksi administratif, tetapi juga ancaman pidana.

KLH Benahi Regulasi yang Dinilai Longgar

Sebelum menuntut komitmen masyarakat dan dunia usaha, KLH menyadari perbaikan tata kelola internal menjadi langkah mutlak. Lembaga itu berjanji menambal regulasi yang selama ini dinilai longgar.

Pengawasan di lapangan juga akan diperketat untuk menutup celah yang kerap dimanfaatkan pelaku usaha. Langkah ini menjadi bagian dari pembenahan sebelum gerakan Tobat Ekologis bergulir lebih luas.

Kolaborasi dengan MUI diharapkan memperluas jangkauan kampanye penyelamatan lingkungan hingga ke tingkat akar rumput. Pendekatan religius dinilai lebih efektif menyentuh kesadaran warga dibanding sekadar penegakan aturan.

Follow jabarklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarcirebon.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks