JAWA BARAT — Kementerian Pariwisata memperkuat promosi destinasi Indonesia di pasar China setelah kebijakan bebas visa bagi warga negara asing berlaku sejak Agustus 2026. Promosi dijalankan lewat kerja sama dengan platform perjalanan digital Ctrip, Qunar, dan Tuniu, serta maskapai China Southern Airlines dan Xiamen Airlines. Langkah ini menyasar calon wisatawan China yang sedang menyusun rencana perjalanan ke luar negeri.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyatakan promosi dilakukan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk dengan perusahaan perjalanan digital, maskapai penerbangan, dan pelaku industri pariwisata. Pendekatan itu dipilih agar informasi destinasi Indonesia tersalur lewat saluran yang dekat dengan calon pelancong di China.
Mengapa Pasar China Jadi Prioritas
Kebijakan bebas visa bagi warga negara asing di China yang mulai berlaku Agustus 2026 membuka peluang kunjungan lebih mudah bagi wisatawan China ke Indonesia. Kementerian Pariwisata memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan pilihan perjalanan di Indonesia kepada calon wisatawan.
Fokusnya bukan sekadar memperkenalkan destinasi, tetapi juga menghubungkan promosi dengan layanan perjalanan yang biasa dipakai calon pelancong. Dengan begitu, informasi wisata bisa langsung bersambung ke proses perencanaan dan pemesanan.
Tiga Platform Digital Jadi Mitra
Dalam kolaborasi digital, Kementerian Pariwisata menjalin kerja sama dengan Ctrip, Qunar, dan Tuniu. Ketiga platform perjalanan itu menjadi mitra untuk memperkenalkan destinasi, pilihan pengalaman wisata, dan informasi perjalanan Indonesia kepada pengguna di China.
Pemanfaatan platform digital memberi ruang bagi promosi untuk hadir di ekosistem yang digunakan konsumen saat mencari inspirasi, menyusun rencana, atau memesan perjalanan. Kerja sama ini memperluas jangkauan promosi Indonesia di pasar tersebut.
Informasi yang disampaikan dapat menampilkan keragaman tujuan wisata di berbagai daerah. Mitra perjalanan yang dipilih dinilai memahami kebutuhan wisatawan serta pola penggunaan layanan digital di China.
Peran Maskapai dan Pelaku Industri
Upaya promosi turut melibatkan China Southern Airlines dan Xiamen Airlines serta pelaku industri pariwisata. Keterlibatan maskapai melengkapi kanal digital dalam penyampaian informasi perjalanan.
Kolaborasi dengan industri dinilai dapat mendukung pengenalan produk dan layanan wisata Indonesia kepada pasar China. Ni Luh Puspa menyebut kerja sama berbagai pihak ini sebagai langkah untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan China ke Indonesia.
Melalui koordinasi dengan platform perjalanan, maskapai, dan industri, Kementerian Pariwisata berupaya menjaga agar Indonesia semakin dikenal sebagai pilihan tujuan wisata bagi masyarakat China yang merencanakan perjalanan ke luar negeri.
Yang Perlu Diketahui Traveler Indonesia
Bagi wisatawan domestik, gencarnya promosi ke pasar China bisa berdampak pada naiknya kunjungan ke destinasi populer seperti Bali, Labuan Bajo, dan Danau Toba. Traveler yang merencanakan liburan sebaiknya memantau okupansi akomodasi dan harga tiket pada periode ramai.
Informasi terkini soal kebijakan bebas visa dan paket perjalanan dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi Kementerian Pariwisata atau platform perjalanan mitra.
Bagi pelaku usaha wisata lokal, kerja sama lintas negara ini membuka peluang menjangkau pasar baru. Namun kesiapan layanan, termasuk pemandu berbahasa Mandarin dan informasi destinasi yang akurat, tetap menjadi kunci agar pengalaman wisatawan China berjalan lancar.