BANDUNG — Farhan menekankan bahwa posisi puncak Porprov XV Jawa Barat 2026 terbuka bagi Kota Bandung, mengingat gelar juara umum edisi sebelumnya dipegang Kabupaten Bekasi. Arahan itu disampaikan di hadapan jajaran Panitia Besar Porprov Kota Bandung di Auditorium Rosada.
Menurut Farhan, kemenangan tidak boleh diraih dengan menghalalkan segala cara. Nilai sportivitas dinilai sebagai bagian penting dari prestasi olahraga, bukan pelengkap yang bisa diabaikan.
Porprov Diminta Jadi Momentum Pembinaan, Bukan Sekadar Berburu Medali
Farhan menegaskan ajang olahraga tingkat provinsi harus menjadi momentum memperkuat pembinaan atlet dan membangun karakter generasi muda. Ia menyebut Porprov perlu melahirkan insan olahraga dengan mental tangguh dan menjunjung tinggi nilai kejujuran.
Pengembangan olahraga, lanjutnya, harus sejalan dengan amanat Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional. Prestasi fisik perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan kemampuan intelektual agar manfaatnya lebih luas bagi masyarakat.
Trail Running hingga Lari Lintas Alam Jadi Perhatian Khusus
Di tengah persiapan mengejar target juara umum, aspek keselamatan atlet diminta menjadi perhatian serius. Farhan meminta panitia memastikan seluruh pertandingan berlangsung dengan standar keamanan memadai, terutama pada cabang olahraga berisiko tinggi seperti lari lintas alam atau trail running.
Kesiapan teknis, keamanan lintasan, dan langkah mitigasi risiko harus diperiksa menyeluruh sebelum pertandingan digelar. Target prestasi tidak boleh membuat penyelenggara lengah terhadap potensi kecelakaan maupun kendala yang mengancam keselamatan peserta.
Gesekan Antarkontingen Diminta Diantisipasi Sejak Dini
Selain risiko pertandingan, potensi gesekan antarkontingen diminta diantisipasi sejak awal. Pengaturan akomodasi, penempatan peserta, serta koordinasi antarpihak dinilai penting untuk menjaga kompetisi tetap aman, tertib, dan kondusif selama Porprov berlangsung.
Persiapan fasilitas turut menjadi sorotan. Farhan meminta panitia memeriksa kesiapan venue pertandingan, penginapan, transportasi, serta kelengkapan kontingen Kota Bandung. Seluruh fasilitas harus memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk persyaratan perizinan dan kewajiban perpajakan.
Persoalan Administratif Diminta Segera Dikoordinasikan ke Bapenda
Apabila ditemukan persoalan administratif, panitia diminta segera berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait, termasuk Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung. Langkah itu diperlukan agar berbagai kebutuhan penyelenggaraan dapat diselesaikan sebelum berpotensi menghambat pertandingan.
Perhatian juga diarahkan pada penghargaan bagi atlet berprestasi. Farhan meminta jajaran terkait menyiapkan anggaran khusus untuk bonus atlet yang berhasil meraih medali, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras, disiplin, dan proses panjang pembinaan yang telah dijalani.
Kolaborasi Jadi Kunci Sukses Porprov XV Jabar 2026
Farhan berharap seluruh unsur yang terlibat, mulai dari panitia, perangkat daerah, pengurus cabang olahraga, hingga kontingen, bekerja terpadu untuk menyukseskan Porprov XV Jawa Barat 2026. Kolaborasi dinilai menjadi salah satu kunci agar persiapan berjalan optimal dan setiap persoalan ditangani cepat.
Bagi Farhan, keberhasilan Kota Bandung tidak cukup diukur dari gelar juara umum atau banyaknya medali. Prestasi atlet, tegaknya sportivitas, serta terjaminnya keselamatan peserta harus menjadi tolok ukur yang berjalan beriringan.
Dengan persiapan matang dan koordinasi solid, Kota Bandung diharapkan mampu bersaing di papan atas sekaligus menyelenggarakan Porprov yang aman, tertib, dan bermartabat.