JAWA BARAT — Krisna Grape di Banjar Sandikerta, Desa Pejarakan, Kabupaten Buleleng, Bali, membuka kebun anggur impor untuk wisata petik dan cicip langsung dari pohonnya. Tiket masuk Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak di atas lima tahun, sudah termasuk kesempatan mencicipi sebelum memetik. Kebun ini jadi alternatif rekreasi keluarga di Bali utara yang menggabungkan edukasi pertanian dan pengalaman panen.
Pengelola Krisna Grape, Made Sujana, membudidayakan empat varietas anggur impor di lahan pedesaan Pejarakan: Taldun, Julian, Everest, dan Akademik. Masing-masing punya karakter rasa dan tekstur berbeda, sehingga pengunjung bisa membandingkan langsung sebelum memilih buah yang akan dibawa pulang.
Kebun ini dikembangkan sebagai upaya memperkenalkan potensi pertanian Desa Pejarakan yang lebih beragam. Selama ini wilayah tersebut lebih dikenal dengan budidaya anggur lokal.
Daya Tarik: Cicip Dulu, Petik Kemudian
Sistem kunjungan di Krisna Grape sengaja dibuat santai. Pengunjung tidak langsung diarahkan memetik, tapi diberi kesempatan mencicipi beberapa varietas lebih dulu.
"Setiap varian rasanya berbeda, teksturnya juga berbeda. Jadi sebelum petik, pengunjung boleh mencicipi terlebih dahulu. Biar mereka sendiri yang merasakan dan memilih," ujar Made Sujana, Rabu (21/10/2026).
Konsep ini membuat kebun anggur bukan sekadar tempat belanja buah, melainkan pengalaman mengenal karakter tiap varietas secara langsung.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
- Mencicipi empat varietas anggur impor sebelum memutuskan membeli
- Memetik anggur sendiri langsung dari pohon di area kebun
- Belajar budidaya anggur di kawasan pedesaan, cocok untuk anak-anak
- Berfoto di antara deretan tanaman anggur yang tumbuh di lahan terbuka
Made Sujana berharap kebun ini menjadi tempat edukasi pertanian bagi keluarga. "Anak-anak bisa belajar dan tahu bahwa di Desa Pejarakan, ketika masuk ke pedesaan, ternyata ada buah anggur impor yang dibudidayakan," katanya.
Harga Tiket dan Biaya Petik
Pengunjung dewasa dikenakan tiket masuk Rp10.000 per orang. Anak berusia di atas lima tahun Rp5.000, sedangkan anak di bawah lima tahun gratis. Tiket masuk sudah termasuk kesempatan mencicipi anggur.
Anggur yang dipetik dan dibeli pengunjung dijual Rp80.000 per kilogram untuk seluruh varietas yang tersedia. Harga ini berlaku seragam, tidak dibedakan per jenis anggur.
Cara Menuju Lokasi
Krisna Grape berada di Banjar Sandikerta, Jalan Asem Kembar, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak. Kebun tidak terletak tepat di pinggir jalan utama, jadi pengunjung disarankan menghubungi pengelola via WhatsApp lebih dulu untuk mendapatkan petunjuk arah atau share location.
Desa Pejarakan berada di Bali utara, satu kawasan dengan Gerokgak yang dikenal lewat jalur menuju Taman Nasional Bali Barat. Pemerintah desa menyatakan turut memfasilitasi akses pengunjung menuju lokasi kebun.
Waktu Terbaik Berkunjung
Panen anggur di Krisna Grape berlangsung sekitar tiga bulan sekali. Dalam setiap periode panen, omzet yang diperoleh berkisar Rp18 juta atau lebih.
Cuaca berpengaruh besar pada kualitas buah. Saat musim hujan, proses pembuahan lebih sulit dan tingkat kemanisan anggur cenderung menurun. Produksi dan rasa manis anggur lebih optimal pada musim panas. Jika ingin mendapat buah dengan rasa paling manis, datanglah pada periode kemarau.
Tips Berkunjung
- Hubungi pengelola lewat WhatsApp sebelum berangkat untuk minta share location
- Datang saat musim panas jika ingin mencicipi anggur dengan tingkat kemanisan terbaik
- Bawa uang tunai secukupnya, terutama jika berencana membeli anggur per kilogram
- Ajukan pertanyaan soal ketersediaan buah saat menghubungi pengelola, karena panen hanya tiga bulan sekali
Pengelola belum melayani pembelian daring atau cash on delivery dalam jumlah besar. "Kalau ada permintaan banyak melalui online, kami belum bisa melayani. Jadi saya berharap para pencinta anggur datang langsung ke sini, mencicipi dan merasakan sendiri buahnya," kata Made Sujana.
Perbekel Desa Pejarakan, I Made Astawa, menyatakan pemerintah desa mendukung pengembangan usaha ini melalui pendampingan, fasilitasi promosi, dan dorongan agar pelaku usaha membentuk kelompok. Menurutnya, wisata berbasis pertanian berpeluang membuka usaha baru dan memberi manfaat ekonomi bagi warga setempat.
Untuk kunjungan keluarga, alokasikan waktu sekitar satu hingga dua jam di kebun. Kombinasikan dengan perjalanan ke kawasan Bali utara lainnya agar rute tidak terbuang, dan konfirmasi dulu jadwal panen sebelum berangkat karena informasi terkini dapat berubah mengikuti musim.